Januari 08, 2019

Lirik Ultraman Geed Opening - Geed no Akashi



Asakura Riku with Voyager - GEED no Akashi [OST Ultraman Geed] Opening

Judul : GEED no Akashi (Tanda dari Geed)
Penyanyi : Voyager, Hamada Tatsuomi
OST Ultraman Geed Opening

Romanji :
Get. Over. Now!!
Get. Over. Pain!!
Get. Over. Mind!!
Jump up! GEED!!
Kakugo kimeru ze!!
Here We Go!!

Boku ga bokurashiku iru tame ni
Dare no egao mo kumorasenai!
Negai koso ga kaete ku mirai
JIIttoshite itatte DOO ni mo naranai!

Kimerareta jibun no SUTOORII!
Aragau tabi kizuku HISUTORII!
Sasaeau nakama no egao ga Chikara
GEED... Boku wa tsuyoku naru
Minna no tame ni kakugo kimeru ze!
Ultraman!!

Asu o terasu no wa hoshi janaku
Mune no naka de mebaeta hikari
Uzuku itami ga kaku DESUTINII!
Kutsugaeshi mezameta atarashii tamashii

Koko kara wa NEKUSUTO SUTEEJI
Idomu kakugo No DAMEEJI!
Shukumei o nurikaeru koto ga shimei
GEED... kizuna o tsunagete
Aratana sekai shinji tsudzukeru!
Ultraman!!
Asu ni mukatte susumi tsuzdukeru!
Ultraman!!

Terjemah Indonesia :
Lampaui saat ini!!
Lampaui rasa sakit!!
Lampaui pikiran!!
Lompat!! Geed!!
Bulatkan tekad!!
Sekarang kita mulai!!

Demi kita menjadi diri kita sendiri
Tidak akan membuat suram senyuman dari siapa pun!
Harapan itulah yang mengubah masa depan
Percuma kalau hanya diam!

Kisah yang telah ditentukan diri sendiri!
Sejarah yang tercipta setiap kali berjuang!
Senyuman teman yang saling membantu satu sama lain itu adalah kekuatan
GEED... Aku akan menjadi kuat
Demi semua orang, aku membulatkan tekad!
Ultraman!!

Apa yang menerangi hari esok itu bukanlah bintang-bintang
Tapi cahaya yang kuncupnya tumbuh di dalam hati
Rasa sakit yang menusuk itu melukiskan takdir ini!
Membalik semua keadaan, jiwa yang baru bangkit

Mulai dari sekarang adalah tingkatan yang berikutnya
Bersiap menantangnya, no damage
Menulis kembali takdir yang telah ditetapkan itu adalah misi
GEED...menjalin ikatan
Terus percaya pada dunia yang baru!
Ultraman!!
Terus maju kedepan menuju hari esok!
Ultraman!!

Kanji :
ゲット・オーバー・ナウ!!
ゲット・オーバー・ペイン!!
ゲット・オーバー・マインド!!
ジャンプ・アップ! ジード!!
かくご きめるぜ!!
ヒア・ウィ・ゴー!

ぼくが ぼくらしく いるために
だれの えがおも くもらせない!
ねがいこそが かえてく みらい
ジーっとしていたって ドーにもならない!

きめられた じぶんの ストーリー!
あらがうたび きずく ヒストリー!
ささえあう なかまの えがおが チカラ
ジード… ぼくは つよくなる
みんなのために かくご きめるぜ!
ウルトラマン!!

あすを てらすのは ほしじゃなく
むねの なかで めばえた ヒカリ
うずく いたみが えがく デスティニー
くつがえし めざめた あたらしい たましい

ここからは ネクスト・ステージ
いどむ かくご ノー・ダメージ!
しゅくめいを ぬりかえることが しめい
ジード… きずなを つなげて
あらたな せかい しんじつづける!
ウルトラマン!!
あすに むかって すすみつづける!
ウルトラマン!!

Share:

Lirik Ultraman Geed Ending - Kibou no Kakera


Voyager - Kibou no Kakera [OST Ultraman Geed] Ending

Judul : Kibou no Kakera (Kepingan Harapan)
Penyanyi : Voyager
OST Ultraman Geed
Ending

Romanji :
Yuuyake ni terasarete
Muchuu de katariau
Mezashiteru ano basho wa
Mou sugu da to shinjite
Dare datte sorezore
Kakaeteru mono mune ni atte
Nigedashitaku naru youna koto mo
Toki ni atte
Dakara nakama to sasaeatte ikunda

Ikou!
Saikou no ashita o tsukamu tame ni
Michi naki michi o motto jiyuu ni
Hitorikiri de wa deaenakatta
Nukumori ga ima
Tsuyoku tsuyoku te o hiite kureru

Kigatsukeba mabataki dasu ikusen no hoshi-tachi
Tsukiakari ukabu kao
Tsunoru mamoritai kimochi
Kachikantte sorezore
Irotoridori kosei ga atte
Butsukattarishi nagara
Mitomeai tataeatte
Atarashii chikara umidashiteku nda

Ikou!
Saikou no ashita o tsukamu tame ni
Michi naki michi o motto jiyuu ni
Hitorikiri de wa deaenakatta
Nukumori ga ima
Tsuyoku tsuyoku te o hiite kureru

Ikou!
Saikou no ashita o tsukamu tame ni
Michi naki michi o motto jiyuu ni
Hitorikiri de wa deaenakatta
Nukumori ga ima
Tsuyoku tsuyoku te o hiite kureru

Ikou!
Saikou no kizuna michishirube ni
Nani ga atte mo osore shirazu ni
Kakegae no nai kibou no kakera
Nigirishime ima
Donna unmei mo koete ikeru

Terjemah Indonesia :
Diterangi oleh senja
Dengan asyik mengobrol
Tempat yang kita tuju
Aku percaya kita sudah akan segera sampai ke sana
Siapa pun itu masing-masing kita
Ada hal yang kita bawa di dalam dada
Meski ada hal yang membuatku ingin melarikan diri
Terkadang terjadi
Karena itu kita saling menjadi sandaran teman satu sama lain

Ayo!
Demi meraih esok yang terhebat
Dengan lebih bebas di perjalanan yang tidak memiliki jalan
Sesuatu yang tidak bisa dijumpai seorang diri saja
Kehangatan itu sekarang
Menarik tanganku dengan kuat dengan kuat

Ketika aku sadar beribu-ribu bintang mulai berkerlap-kerlip
Sinar bulan, terbayang awjah
Perasaan ingin melindungi semakin bertambah besar
Dalam masing-masing nilai terpenting kita
Ada kepribadian yang penuh warna
Sambil saling berselisih
Kita saling mengakui satu sama lain, saling memuji
Mulai muncul kekuatan yang baru

Ayo!
Demi meraih esok yang terhebat
Dengan lebih bebas di perjalanan yang tidak memiliki jalan
Sesuatu yang tidak bisa dijumpai seorang diri saja
Kehangatan itu sekarang
Menarik tanganku dengan kuat dengan kuat

Ayo!
Demi meraih esok yang terhebat
Dengan lebih bebas di perjalanan yang tidak memiliki jalan
Sesuatu yang tidak bisa dijumpai seorang diri saja
Kehangatan itu sekarang
Menarik tanganku dengan kuat dengan kuat

Ayo!
Dengan menjadi ikatan terkuat sebagai petunjuk
Dengan tanpa takut meski apa pun yang terjadi
Kepingan harapan yang tidak tergantikan
Sekarang tergenggam erat
Bagaimana pun takdirnya bisa dilampaui

Kanji :
夕焼けに照らされて
夢中で語り合う
目指してるあの場所は
もうすぐだと信じて
誰だって それぞれ
抱えてるもの胸にあって
逃げ出したくなるような事も
時にあって
だから仲間と 支えあっていくんだ

行こう!
最高の明日を掴むために
道なき道をもっと自由に
一人きりでは 出会えなかった
温もりが 今
強く強く手を 引いてくれる

気がつけば 瞬き出す 幾千の星達
月明かり 浮かぶ顔 募る守りたい気持ち
価値観ってそれぞれ
色とりどり個性があって
ぶつかったりしながら
認め合い称え合って
新しい力 生み出してくんだ

行こう!
最高の明日を掴むために
道なき道をもっと自由に
一人きりでは 出会えなかった
温もりが 今
強く強く手を 引いてくれる

行こう!
最高の明日を掴むために
道なき道をもっと自由に
一人きりでは 出会えなかった
温もりが 今
強く強く手を 引いてくれる

行こう!
最高の絆道しるべに
何があっても恐れ知らずに
かけがえのない 希望のかけら
握りしめ 今
どんな運命も 超えて行ける

Share:

Lirik Ultraman Orb Ending - Shine Your Orb



Lirik Lagu Shine Your Orb - Ultraman Orb Ending

Machi ni inochi wo fukikomu you ni,
yoru ga akete yuku
Mune ga takanatte hashiridasu yume
kirameku houmotsu
Donna koto demo dekiru
makenai kimochi ni nareru yo
Butsukariai nagara
kizuitekita
kizuna wo dakishimete

Torimodose hikari!
tomoni tachiagare!
Ima dare mo shiranai
mugen no chikara yobisamase
Mada mi nu ashita wo oikakete

Kaze ga senaka o sotto osu you ni
toorisugite yuku
Nani ka oki sou na awai yokan ni
doki doki ga tomaranai

Donna koto demo dekiru
makenai kimochi ni nareru yo
Mawarimichi shi nagara
tsumui de kita kibou wo nigirishime

Torimodose hikari
tomoni tachiagare
Ima dare mo shiranai
mugen no chikara ko nigi mase
Mada minu egao wo oikakete

Torimodose hikari
tomoni tachiagare
Ima dare mo shira nai
mugen no chikara ko nigi mase
Mada minu ashita wo oikakete

Kimi wo torimodose
yume ni tachiagare
Ima dare mo shiranai
mugen no kanada tsuki susume

Kagayaku wo okubo wo teni shite
Doko made mo ikeru sa kimi to nara ikeru sa
Tashika na mirai wo korekara mo

Terjemah :
Seiring dengan berhembusnya nafas kita di kota ini,malampun telah berganti
Dadaku berdegup kencang seiring aku berlari,impian itu seperti harta yang berkilauan
Kita bisa melakukan apapun,kita dapat jadi perasaan yang tak terkalahkan
Disaat kita sedang berselisih satu sama lain,cobalah renungkan ikatan yang telah kita bangun

Ambil kembali cahaya itu! Ayo berdiri bersama!
Bangkitkan kekuatan tak terbatas,yang tidak seorangpun tahu
Dan kejarlah hari esok yang tak terlihat!
Seperti angin yang berhembus di belakangmu aku cuma numpang lewat
Jantungku tak berhenti beretak menantikan sesuatu yang mungkin akan terjadi

Kita bisa melakukan apapun,kita dapat jadi perasaan yang tak terkalahkan
Disaat berada dalam keraguan genggamlah harapan yang telah kita ucapkan bersama
Ambil kembali cahaya itu! Ayo berdiri bersama!
Bangkitkan kekuatan tak terbatas,yang tidak seorangpun tahu
Dan kejarlah senyuman yang tak terlihat!

Ambil kembali cahaya itu! Ayo berdiri bersama!
Bangkitkan kekuatan tak terbatas,yang tidak seorangpun tahu
Dan kejarlah hari esok yang tak terlihat!
Kembalikanlah dirimu yang sebenarnya,ayo berdiri diatas impianmu!
Terjun dan lewati batas yang tidak diketahui

Ambillah Orb yang bersinar itu dengan tanganmu
Kau bisa pergi kemanapun kau mau,bisakah aku ikut pergi bersamamu?
Ke masa depan yang telah ditentukan,dari sekarang

Share:

Lirik Ultraman Orb Opening Song - Orb no inori



Ultraman Orb Opening song : Orb No Inori

Mimi wo sumashite miro!
Kokoro de kanjite miro!
Mirai e no ashioto, kibou e no kodou

Totsuzen kuroyami ga osoikakaru sono toki
Yuruganu tsuyoi ishi ga shouri e no kagi ni naru

Haruka na hoshizora e, inori wo komete
Akirameru na! Mae wo miro!
Genkai wo koero!

Sekaijuu ga kimi wo matteiru
Yamiyo wo terase hikari no senshi yo

Sekaijuu ga kimi wo shinjiteru
Futatsu no PAWAA de
Tatakae! URUTORAMAN OOBU!

Ryuusei no MESSEEJI moetsukiru isshun ni
Negai wo komete ippo-mae wo fumi-dase

Nando taorete mo tachiagareba ii no sa
Kawaranu tsuyoi ishi ga asu e no kizuna ni naru

Manten no hoshizora e omoi wo haseru
Akirameru na! Sono yuuki de!
Genkai wo koero!

Sekaijuu ga kimi wo matteiru
Yamiyo wo terase hikari no senshi yo
Sekaijuu ga kimi wo mitsumeteru

Futatsu no PAWAA de
Tatakae! URUTORAMAN OOBU!

Ginga wo koe yume wo oikakete
Hoshikuzu no SHINFONII Kanadero! Takaraka ni!

Ooitsukusu kanashimi no BEERU wo
Furihorae! Tachimukae!! Ai wo mamoru tame

Sekaijuu ga kimi wo matteiru
Yamiyo wo terase hikari no senshi yo

Sekaijuu ga kimi wo shinjiteru
Futatsu no PAWAA de
Tatakae! URUTORAMAN OOBU

Share:

Oktober 14, 2017

37 Masalah Populer

37 Masalah Populer



oleh ustadz Abdul Somad


MASALAH POPULER :
Ikhtilaf dan Mazhab - Bid’ah - Memahami Ayat dan Hadits Mutasyabihat – Beramal Dengan Hadits Dha’if - Isbal - Jenggot - Kesaksian Untuk Jenazah - Merubah Dhamir (Kata Ganti) Pada Kalimat “Allahummaghfir lahu” - Duduk di Atas Kubur - Azab Kubur Talqin Mayat - Amal Orang Hidup Untuk Orang Yang Sudah Wafat - Bacaan al-Qur’an Untuk Mayat - Membaca al-Qur’an di Sisi Kubur - Keutamaan Surat Yasin - Membaca al-Qur’an Bersama - Tawassul - Khutbah Idul Fithri dan Idul Adha - Shalat di Masjid Ada Kubur - Doa Qunut Pada Shalat Shubuh - Shalat Qabliyah Jum’at - Bersalaman Setelah Shalat - Zikir Jahr Setelah Shalat - Berdoa Setelah Shalat - Doa Bersama - Berzikir Menggunakan Tasbih - Mengangkat Tangan Ketika Berdoa - Mengusap Wajah Setelah Berdoa - Malam Nishfu Sya’ban - ‘Aqiqah Setelah Dewasa - Memakai Emas Bagi Laki-Laki - Poto - Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw - Benarkah Ayah dan Ibu Nabi Kafir? - as-Siyadah (Mengucapkan “Sayyidina Muhammad Saw”) - Salaf dan Salafi - Syi’ah.

Sekapur Sirih.
الحمد لله رب العالمين، وبه نستعين على أمور الدنيا والدين،
والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعه إلى يوم الدين.
“Tadi ibu-ibu di Masjid Agung mengadu, ayahnya meninggal, mau dibuat Talqin di kuburnya,
langsung saudara laki-lakinya bawa parang dari rumah hingga ke kubur dengan ancaman, ‘Jika
kalian buat Talqin di kubur nanti, akan kupancung kalian’. Akhirnya tak ada yang berani
bacakan Talqin”. SMS Kamis, 21 Rabi’ al-Akhir 1435H / 20 Februari 2014M, Jam: 21:37, dari
085274645xxx.
Kalau seperti ini memahami agama, mau dibawa ke mana umat ini?!
Padahal hadits tentang Talqin diterima para ulama. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata
dalam kitab Talkhish al-Habir, [ .[وَإِسْنَادُهُ صَالِحٌ . وَقَدْ قَوَّاهُ ال ضيَاءُ فِي أَحْكَامِهِ
“Sanadnya shalih (baik). Dikuatkan Imam Dhiya’uddin dalam kitab Ahkam-nya”1.
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani menyebutkan lima riwayat lain yang semakna dengan hadits
ini sehingga membuatnya menjadi riwayat yang kuat.
Para ulama terpercaya dari kalangan Ahli Hadits dan Ahli Fiqh membenarkan Talqin.
Pendapat Ahli Hadits Imam Ibnu ash-Sholah (643H/1161M – 643H/1245M)2:
وسئل الشيخ أبو عمرو بن الصلاح رحمه الله عنه فقال التلقين هو الذى نختاره ونعمل به قال وروينا فيه حديثا من حديث أبى
امامة ليس إسناده بالقائم لكن اعتضد بشواهد وبعمل أهل الشام قديما
Syekh Abu ‘Amr bin ash-Sholah ditanya tentang talqin, ia menjawab: “Talqin yang kami pilih
dan yang kami amalkan, telah diriwayatkan kepada kami satu hadits dari hadits Abu Umamah,
sanadnya tidak tegak/tidak kuat. Akan tetapi didukung hadits-hadits lain yang semakna
dengannya dan dengan amalan penduduk negeri Syam sejak zaman dahulu3.
1 Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Talkhish al-Habir fi Takhrij Ahadits ar-Rafi’i al-Kabir, Juz.II (Dar al-
Kutub al-‘Ilmiyyah, 1419H), hal.311.
2 Nama lengkap beliau adalah Utsman bin ‘Abdirrahman, Abu ‘Amr, Taqiyyuddin. Populer dengan nama
Ibnu ash-Sholah. Ahli hadits, Fiqh, Tafsir dan Rijal (ilmu periwayat hadits). Lahir di Syarkhan, dekat dari Syahrzur.
Kemudian pindah ke Mosul (Irak). Melanjutkan perjalanan ilmiah ke Baghdad, Hamadan, Naisabur, Marwa,
Damaskus, Heleb, Harran dan Baitul Maqdis. Kemudian kembali dan menetap di Damascus. Raja al -Asyraf
menugaskannya memimpin Dar al-Hadits al-Asyrafiyyah, sebuah institut khusus hadits. Diantara karya ilmiah
beliau yang sangat populer adalah kitab Ma’rifat Anwa’ ‘Ulum al-Hadits, kitab ilmu hadits yang sangat sistematis,
populer dengan judul Muqaddimah Ibn ash-Sholah. Kitab lain, al-Amaly, al-Fatawa, Syarh al-Wasith, Fawa’id ar-
Rihlah, Adab al-Mufti wa al-Mustafti, Thabaqat al-Fuqaha’ asy-Syafi’iyyah, Shilat an-Nasik fi Shifat al-Manasik
dan beberapa kitab lainnya. Wafat di Damaskus.
3 Imam an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, juz.V (Beirut: Dar al-Fikr), hal.304.
4
Pendapat Imam Ibnu al-‘Arabi (468H/1078M – 543H/1148M)4:
قال ابن العربي في مسالكه إذا أدخل الميت قبره فإنه يستحب تلقينه في تلك السااعة وهاو فعال أهال المديناة والصاالحين مان
الأخيار لأنه مطابق لقوله تعالى ﴿ وذكر فإن الاذكرى تنعاا المايمنين و، وأحاو ماا يكاون العباد إلاى التاذكير باالله عناد سايال
الملائكة.
Ibnu al-‘Arabi berkata dalam kitab al-Masalik: “Apabila mayat dimasukkan ke dalam kubur,
dianjurkan agar di-talqin-kan pada saat itu. Ini adalah perbuatan penduduk Madinah dan orangorang
shaleh pilihan, karena sesuai dengan firman Allah Swt: “Dan tetaplah memberi
peringatan, karena Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”.
(Qs. adz-Dzariyat [51]: 55). Seorang hamba sangat butuh untuk diingatkan kepada Allah ketika
ditanya malaikat5.
Pendapat Imam an-Nawawi (631H/1234M – 676H/1278M)6:
قال جماعات من أصحابنا يستحب تلقين الميت عقب دفنه فيجلس عند رأسه انسان ويقول يا فلان ابن فلان ويا عبد الله ابن
أمة الله اذكر العهد الذى خرجت عليه من الدنيا شهادة أن لا اله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله وأن الجنة حق
وأن النار حق وأن البعث حق وأن الساعة آتية لاريب فيها وأن الله يبعث من في القبور وأنك رضيت بالله ربا وبالاسلام دينا
4 Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Abdillah bin Muhammad al-Ma’afiri, Abu Bakar, Ibnu al-
‘Araby. Salah seorang ulama Mazhab Maliki. Ahli Fiqh, ahli Hadits, ahli Ushul Fiqh, sastrawan dan ahli Ilmu
Kalam. Lahir di Sevilla (Spanyol). Setelah bertualang di Andalusia, kemudian melanjutkan perjalanan ilmiah ke
negeri timur Islam. Belajar kepada Imam al-Maziri, Imam al-Ghazali, al-Qadhi ‘Iyadh, Imam as-Suhaili dan para
ulama besar lainnya. Diantara kitab karya beliau adalah Tafsir Ahkam al-Qur’an, al-Khilafiyyat, al-Inshaf, al-
Mahshul fi Ushul Fiqh, ‘Aridhat al-Ahwadzy fi Syarh at-Tirmidzi, al-Qabas fi Syarh Muwaththa’ Malik bin Anas,
Tartib al-Masalik fi Syarh Muwaththa’ Malik, Ahkam al-Qur’an, Musykil al-Kitab wa as-Sunnah, an-Nasikh wa al-
Mansukh, Qanun at-Ta’wil, al-Amal al-Aqsha fi Asma’illah al-Husna, Tabyin ash-Shahih fi Ta’yin adz-Dzabih, at-
Tawassuth fi Ma’rifat Shihhat al-I’tiqad, al-‘Awaashim min al-Qawashim dan kitab lainnya. Wafat di Merrakech,
dikuburkan di Fez (Kerajaan Maroko).
5 Hawamisy Mawahib al-Jalil, juz.II, hal. 238.
6 Nama lengkap beliau adalah Yahya bin Syaraf, bergelar Muhyiddin (orang yang menghidupkan agama) ,
populer dengan nama Imam an-Nawawi. Seorang ulama besar yang hidup zuhud dan wara’. Lahir di Nawa (Suriah)
pada bulan Muharram tahun 631H. Pernah menjabat sebagai rektor Dar al-Hadits al-Asyrafiyyah di Damaskus.
Karya Imam an-Nawawi lebih dari lima puluh judul kitab. Diantaranya, dalam bidang hadits:al-Minhaj Syarh
Shahih Muslim bin al-Hajja, Riyadh ash-Shalihin, al-Arba’in an-Nawawiyyah, Khulashat al-Ahkam min Muhimmat
as-Sunan wa Qawa’id al-Islam, Syarh Shahih al-Bukhari (tidak selesai), Hulyat al-Abrar wa Syi’ar al-Akyar fi
Talkhish ad-Da’awat wa al-Adzkar populer dengan nama al-Adzkar. Dalam bidang Ilmu Hadits: at-Taqrib. Al-
Isyarat ila Bayan al-Asma’ wa al-Mubhamat. Dalam bidang Fiqh: Raudhatu ath-Thalbin. Al-Majmu’ Syarh al-
Muhadzdzab, dilanjutkan Imam as-Subki dan Syekh al-Muthi’i. al-Minhaj wa al-Idhah wa at-Tahqiq. Dalam bidag
Akhlaq: at-Tibyan fi Adab Hamalat al-Qur’an. Bustan al-‘Arifin. Dalam bidang biografi: Tahdzib al-Asma’ wa al-
Lughat. Thabaqat al-Fuqaha’. Mukhtashar Usud al-Ghabah fi Ma’rifat ash-Shahabah. Dalam bidang bahasa:
bagian kedua dari kitab Tahdzib al-Asma’ wa al-Lughat. Tahrir at-Tanbih. Wafat di Nawa pada hari Rabu 24 Rajab
676H.
5
وبمحمد صلى الله عليه وسلم نبيا وبالقرآن إماما وبالكعبة قبلة وبالميمنين إخوانا زاد الشيخ نصر ربي الله لا إله الا هو عله
توكلت وهو رب العرش العظيم فهذا التلقين عندهم مستحب ممن نص علي استحبابه القاضي حسين والمتولي والشيخ نصر
المقدسي والرافعي وغيرهم
Para ulama mazhab Syafii menganjurkan talqin mayat setelah dikuburkan, ada seseorang yang
duduk di sisi kubur bagian kepala dan berkata: “Wahai fulan bin fulan, wahai hamba Allah anak
dari hamba Allah, ingatlah perjanjian yang engkau keluar dari dunia dengannya, kesaksian tiada
tuhan selain Allah, hanya Dia saja, tiada sekutu baginya, sesungguhnya Muhammad adalah
hamba-Nya dan rasul-Nya, sesungguhnya surga itu benar, sesungguhnya neraka itu benar,
sesungguhnya hari berbangkit itu benar, sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, tiada
keraguan baginya, sesungguhnya Allah membangkitkan orang yang di kubur, sesungguhnya
engkau ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, Muhammad sebagai nabi, al-Qur’an
sebagai imam, Ka’bah sebagai kiblat, orang-orang beriman sebagai saudara”. Syekh Nashr
menambahkan: “Tuhanku Allah, tiada tuhan selain Dia, kepada-Nya aku bertawakkal, Dialah
Pemilik ‘Arsy yang agung”. Talqin ini dianjurkan menurut mereka, diantara yang menyebutkan
secara nash bahwa talqin itu dianjurkan adalah al-Qadhi Husein, al-Mutawalli, Syekh Nashr al-
Maqdisi, ar-Rafi’i dan selain mereka7.
يستحب أن يمكث على القبر بعد الدفن ساعة يدعو للميت ويستغعر له نص عليه الشافعي واتعق عليه الاصحاب قالوا
ويستحب أن يقرأ عنده شئ من القرآن وإن ختموا القرآن كان أفضل وقال جماعات من أصحابنا يستحب أن يلقن
Dianjurkan berdiam diri sejenak di sisi kubur setelah pemakaman, berdoa untuk mayat dan
memohonkan ampunan untuknya, demikian disebutkan Imam Syafi’i secara nash, disepakati
oleh para ulama mazhab Syafi’i, mereka berkata: dianjurkan membacakan beberapa bagian al-
Qur’an, jika mengkhatamkan al-Qur’an, maka afdhal. Sekelompok ulama mazhab Syafi’i
berkata: dianjurkan supaya ditalqinkan8.
Pendapat Imam Ibnu Taimiah (661H/1263M – 728H/1328M)9:
7 Imam an-Nawawi, loc. cit.
8 Ibid, juz.V, hal.294.
9 Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Abdul Halim bin Abdissalam bin Abdillah bin Abi al-Qasim bin
Muhammad bin Taimiyyah al-Harrani al-Hanbali ad-Dimasyqi. Bergelar Syaikhul Islam. Lahir di Harran (Turki).
Melanjutkan petualangan ilmiah ke Damaskus. Diantara karyanya: Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim fi ar-Raddi
‘ala Ahl al-Jahim, as-Siyasah asy-Syar’iyyah fi Ishlah ar-Ra’i wa ar-Ra’iyyah, ash-Sharim al-Maslul ‘ala Syatim
ar-Rasul, al-Wasithah Baina al-Khalq wa al-Haq, al-‘Aqidah at-Tadammuriyyah, al-Kalam ‘ala Haqiqat al-Islam
wa al-Iman, al-‘Aqidah al-Wasithiyyah, Bayan al-Furqan Baina Auliya’ asy-Syaithan wa Auliya’ ar-Rahman, Tafsir
Surah al-Baqarah, Dar’ Ta’arudh al-‘Aql wa an-Naql, Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah, Majmu’ al-Fatawa dan
kitab-kitab lainnya.
6
هذا التلقين المذكور قد نقل عن طائعة من الصحابة : أنهم أمروا به كأبي أمامه الباهلي وغيره وروي فيه حديث عن النبي
صلى الله عليه وسلم لكنه مما لا يحكم بصحته ولم يكن كثير من الصحابة يععل ذلك فلهذا قال الإمام أحمد وغيره من العلماء :
أن هذا التلقين لا بأس به فرخصوا فيه ولم يأمروا به واستحبه طائعة من أصحاب الشافعي وأحمد وكره طائعة من العلماء من
أصحاب مالك وغيرهم
Talqin yang disebutkan ini telah diriwayatkan dari sekelompok shahabat bahwa mereka
memerintahkannya, seperti Abu Umamah al-Bahili dan lainnya, diriwayatkan hadits dari
Rasulullah Saw, akan tetapi tidak dapat dihukum shahih, tidak banyak shahabat yang
melakukannya, oleh sebab itu Imam Ahmad dan ulama lainnya berkata: “Talqin ini boleh
dilakukan, mereka memberikan rukhshah (dispensasi keringanan), mereka tidak
memerintahkannya. Dianjurkan oleh sekelompok ulama mazhab Syafi’i dah Hanbali,
dimakruhkan sekelompok ulama dari kalangan mazhab Maliki dan lainnya10.
Pendapat Syekh Abdullah bin Muhammad ash-Shiddiq al-Ghumari
(1328H/1910M – 1413H/1992M)11:
10 Imam Ibnu Taimiah, Majmu’ Fatawa, juz.XXIV (Dar al-Wafa, 1426H), hal.296.
11 Nama lengkap beliau adalah al-Hafizh as-Sayyid Abu al-Fadh Abdullah bin al-‘Allamah Abi Abdillah
Syamsuddin Muhammad ash-Shiddiq al-Ghumari al-Hasani, karena nasabnya sampai kepada Imam al-Hasan bin
Imam Ali bin Abi Thalib. Lahir di Tanger (Maroko) pada tahun 1910M. Belajar di Universitas al -Qarawiyyin
Maroko. Kemudian melanjutkan perjalanan ilmiah ke Kairo. Spesialisasi di bidang Hadits di Universitas al -Azhar.
Menulis banyak kitab, dalam bidang Hadits dan Ilmu Hadits: al-Ibtihaj bi Takhrij Ahadits al-Minhaj li al-Baidhawi,
Takhrij Ahadits al-Luma’ li Abi Ishaq asy-Syirazi, al-Arba’un Haditsan al-Ghumariyyah fi Syukr an-Ni’am, al-
Arba’un Haditsan ash-Shiddiqqiyyah fi Masa’il Ijtima’iyyah, Tawjih al-‘Inayah bi Ta’rif al-Hadits Riwayah wa ad-
Dirayah, Ghun-yat al-Majid bi Hujjiyyati Khabar al-Wahid, al-Ghara’ib wa al-Wahdan fi al-Hadits asy-Syarif,
Nihayat al-Amal fi Syarh wa Tash-hih Hadits ‘Ardh al-A’mal, al-Qaul al-Muqni’ fi ar-Radd ‘ala al-Bani al-
Mubtadi’.
Dalam bidang Aqidah: Irsyad al-Jahil al-Ghawiyy Ila Wujub I’tiqad Anna Adam Nabiyy, Istimdad al-‘Aun
fi Bayan Kufr Fir’aun, Tamam al-Minnah bi Bayan al-Khishal al-Mujibah li al-Jannah, al-Mahdi al-Muntazhar,
Tanwir al-Bashirah bi Bayan ‘Alamat as-Sa’ah al-Kabirah, at-Tahqiq al-Bahir fi Ma’na al-Iman Billah wa al-Yaum
al-Akhir, Dilalah al-Qur’an al-Mubin ‘ala anna Annabi Afdhal al-‘Alamin, ‘Aqidatu Ahl al-Islam fi Nuzul Isa fi
Akhir az-Zaman, Qurrat al-‘Ain bi Adillat Irsal an-Nabi ila ats-Tsaqalain, al-Hujaj al-Bayyinat fi Itsbat al-
Karamat.
Kitab Ilmu al-Qur’an: Fadha’il al-Qur’an, Jawahir al-Bayan fi Tanasub Suwar al-Qur’an, Dzawq al-
Halawah bi Imtina’ Naskh at-Tilawah, al-Ihsan fi Ta’qib al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an.
Kitab Fiqh: al-Istiqsha’ li Adillati Tahrim al-Istimna’, Fadha’il Ramadhan wa Zakat al-Fithr, Mishbah az-
Zujajah fi Shalat al-Hajat, Wadhih al-Burhan ‘ala Tahrim al-Khamr fi al-Qur’an, Syarh al-Irsyad fi Fiqh al-
Malikiyyah, ash-Shubh as-Safir fi Tahrir Shalat al-Musafir, ar-Ra’y al-Qawim fi Wujub Itmam al-Musafir Khalf al-
Muqim, al-Adillah ar-Rajihah ‘ala Fardhiyyati Qira’at al-Fatihah.
Kitab umum: Itqan as-Shun’ah fi Bayan Ma’na al-Bid’ah, Husn at-Tafahhum wa ad-Dark li Mas’alat at-
Tark, ar-Radd al-Muhkam al-Matin ‘ala Kitab al-Qaul al-Mubin, Ittihaf al-Adzkiya’ bi Jawaz at-Tawassul bi Sayyid
al-Anbiya’, Husn al-Bayan fi Lailat an-Nishf min Sya’ban, Tasy-yid al-Mabani li ma Hawathu al-Ajrumiyyah min
al-Ma’ani, Qishash al-Anbiya’, an-Nafhah al-Ilahiyyah fi ash-Shalat ‘ala Khair al-Bariyyah, I’lam an-Nabil bi
Jawaz at-Taqbil, al-Fath al-Mubin bi Syarh al-Kanz ats-Tsamin, al-Qaul al-Masmu’ fi Bayan al-Hajr al-Masyru’,
Taudhih al-Bayan li Wushul Tsawab al-Qur’an, Kaifa Tasykuru an-Ni’mah, al-I’lam bi Anna at-Tashawwuf min
Syari’at al-Islam, Izalat al-Iltibas ‘an ma Akhtha’a fi hi Katsir min an-Nas, Ittihaf an-Nubala’ bi Fadhl asy-
Syahadah wa Anwa’ asy-Syuhada’, Kamal al-Iman fi at-Tadawa bi al-Qur’an, Sabil at-Taufiq fi Tarjamah Abdillah
bin ash-Shiddiq.
7
إن التلقين جرى عليه العمل قديما فى الشام زمن أحمد بن حنبل وقبله بكثير، وفى قرطبة ونواحيها حوالى المائة الخامسة فما
بعدها إلى نكبة الأندلس ، وذكر بعض العلماء من المالكية والشافعية والحنابلة الذين أجازوه ، وذكر أن حديث أبى أمامة
ضعيف ، لكن الحافظ ابن حجر قال فى "التلخيص " إسناده صحيح
Sesungguhnya talqin telah dilaksanakan di negeri Syam sejak zaman Imam Ahmad bin Hanbal
dan lama sebelumnya, juga di Cordova (Spanyol) dan sekitarnya kira-kira abad ke lima dan
setelahnya hingga sekitar Andalusia. Beberapa ulama dari kalangan Mazhab Maliki, Syafi’i dan
Hanbali membolehkannya. Hadits riwayat Abu Umamah adalah hadits dha’if, akan tetapi al-
Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam kitab Talkhish al-Habir: sanadnya shahih12.
Pendapat Syekh ‘Athiyyah Shaqar Mufti Al-Azhar (1914 – 2006M)13:
أن هذا العمل لا يضر الأحياء ولا الأموات ، بل ينتعا به الأحياء تذكرة وعبرة، فلا مانا منه .
Talqin tidak memudharatkan bagi orang yang masih hidup dan orang yang sudah wafat, bahkan
memberikan manfaat bagi orang yang masih hidup, sebagai peringatan dan pelajaran, maka tidak
ada larangan membacakan talqin untuk mayat14.
Jika menerima perbedaan dengan sikap berlapang dada, tentulah pendapat para ulama di
atas sudah cukup. Tapi jika yang dibangkitkan adalah semangat fanatisme golongan, seribu dalil
tak pernah cukup untuk memuaskan hawa nafsu.
Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan:
Pertama, buku ini membahas masalah-masalah yang populer di tengah masyarakat. Bahkan
menghabiskan energi hanya untuk membahas masalah-masalah yang sudah tuntas dibahas ulama
berabad-abad silam, contoh kasus adalah masalah Talqin di atas. Andai dibahas, mubadzir. Tidak
dibahas, ummat bingung. Saya memilih mubadzir, semoga Allah mengampuni saya atas
perbuatan mubadzir ini. Karena ada orang-orang yang memancing saya untuk berbuat mubadzir.
Wafat di Tanger pada tahun 1992M.
12 Majallah al-Islam, jilid.III, edisi.X.
13 Syekh ‘Athiyyah Shaqar, lahir di Bahnbay, kawasan Zaqaziq, Provinsi Syarqiyyah, Mesir, pada hari
Ahad 4 Muharram tahun 1333H, bertepatan dengan 22 November 1914M. memperoleh ijazah al -‘Alamiyyah dari
al-Azhar Mesir pada tahun 1943M. Dosen Pasca Sarjana Kajian Islam dan Bahasa Arab Universitas Al -Azhar pada
tahun 1970M. Pimpinan Majma’ al-Buhuts al-Islamiyyah (Lembaga Riset Islam). Ketua Majlis Fatwa al-Azhar.
Kunjungan ilmiah ke berbagai negara, diantaranya Indonesia tahun 1971M, Libia tahun 1972, Bahrein 1976M, al-
Jaza’ir 1977M.Kunjungan ke negara-negara lain seperti Senegal, Nigeria, Benin, Amerika, Pakistan, Banglades,
Prancis, Inggris, Brunei Darussalam, Uni Sovyet dan Malaysia. Penghargaan yang diperoleh: Nobel al-Majlis al-
A’la li asy-Syu’un al-Islamiyyah, Wisam al-‘Ulum wa al-Funun min ath-Thabaqah al-Ula tahun 1983M. Wafat di
Kairo pada 9 Desember 2006M. Diantara karya ilmiah beliau: ad-Da’wah al-Islamiyyah Da’wah ‘Ilmiyyah, Dirasat
Islamiyyah li Ahamm al-Qadhaya al-Mu’ashirah, ad-Din al-‘Alamy wa Manhaj ad-Da’wah Ilaihi, al-‘Amal wa al-
Ummar fi Nazhr al-Islam, al-Hijab wa ‘Amal al-Mar’ah, al-Babiyyah wa al-Baha’iyyah Tarikhan wa Madzhaban,
Fann Ilqa’ al-Mau’izhah, al-Usrah Tahta Ri’ayat al-Islam.
14 Fatawa al-Azhar, juz.VIII, hal.303.
8
Andai itu dosa, mereka pun dapat juga dosanya, karena membangkitkan perkara-perkara
mubadzir.
Kedua, buku ini disusun dengan mengemukakan dalil dan pendapat para ulama yang mu’tabar.
Saya tidak terlalu banyak memberikan komentar, karena kita berhadapan dengan orang-orang
yang sulit menerima pendapat orang lain.
Ketiga, pendapat para ulama saya tuliskan lengkap dengan teksnya agar para penuntut ilmu dapat
melihat dan mengkaji kembali, menghidupkan semangat mendalami bahasa Arab dan menggali
ilmu dari referensi aslinya. Ummat yang memiliki pemahaman yang kuat dan pengetahuan
mendalam dari Turats (kitab-kitab klasik), berakar ke bawah dan berpucuk ke atas, bukan
kiambang yang mudah terbawa arus air.
Keempat, buku ini amat sangat jauh dari kesempurnaan. Perlu kritikan membangun dari para
ulama. Andai ditunggu sempurna, tentulah buku ini tidak akan pernah ada.
Kelima, buku ini tidak ingin menggiring pembacanya kepada mazhab tertentu. Yang
diharapkanlah hanyalah agar setelah melihat pendapat para ulama, kita lebih memahami
perbedaan. Menghormati orang lain, mengikis fanatisme buta. Dan yang paling penting, tidak
salah memilih musuh. Jangan sampai kita habiskan kebencian hanya untuk orang-orang yang
membaca Talqin, orang-orang yang berzikir bersama dan masalah-masalah khilafiyyah lainnya.
Hingga tidak lagi tersisa sedikit kebencian untuk Kristenisasi, Israel dan bahkan untuk Iblis
sekalipun.
Semoga setiap kesulitan dan tetesan air mata, dapat mengampuni segala dosa, di hadapan
Yang Maha Kuasa, ketika anak dan harta tak lagi bermakna, amin. Ucapan terima kasih tak
terhingga buat mereka yang sudah memberikan motivasi, dengan rela hati menerima segala
kekurangan, jazakumullah khaira al-jaza’, amin ya Robbal-‘alamin.
Pekanbaru, 10 Jumada al-Akhirah 1435H / 10 April 2014M.
Hamba-Mu yang faqir lagi dha’if.
Abdul Somad


klik link DOWNLOAD DISINI
Share:

33 Tanya Jawab Seputar Kurban

33 Tanya Jawab Seputar Kurban


oleh ustadz Abdul Somad, Lc, MA

Daftar isi
Sekapur Sirih ................................................................................................................... 8
Daftar isi ....................................................................................................................... 11
1. Apakah makna Qurban dan kapan disyariatkan? ........................................................ 12
2. Kapan Ibadah Qurban dan disyariatkan? .................................................................... 12
3. Apakah dasar hukum disyariatkannya Qurban? .......................................................... 13
4. Apakah Dalil Ibadah Kurban dari Al-Qur’an? ............................................................ 13
5. Apakah Dalil Ibadah Kurban dari Sunnah? ................................................................ 13
6. Apakah hukum berkurban? ........................................................................................ 14
7. Apakah syarat bagi orang yang berkurban? ................................................................ 15
8. Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? ......................................................... 15
9. Kapankah Waktu Penyembelihan Hewan Qurban? .................................................... 15
10. Apakah pada malam harinya juga boleh dilakukan penyembelihan hewan Qurban? . 16
11. Hewan-hewan jenis apa sajakah yang boleh dijadikan sebagai hewan Qurban? ........ 16
12. Apakah hewan yang paling afdhal disembelih sebagai Qurban? ............................... 16
13. Adakah batasan usia bagi hewan Qurban?................................................................ 17
14. Apakah ada syarat tertentu tentang batasan jumlah orang yang berkurban untuk satu
ekor hewan Qurban? ................................................................................................ 17
15. Apakah boleh menyembelih hewan bercacat dan berpenyakit? ................................ 18
16. Apakah perkara-perkara yang dianjurkan bagi orang yang akan berkurban? ............. 18
17. Adakah bacaan khusus ketika akan menyembelih hewan Qurban? ........................... 19
18. Apakah orang yang berkurban mesti menyembelih hewan Qurbannya sendiri? ........ 20
19. Bagi seseorang yang menyembelihkan hewan Qurban orang lain, apakah ia mesti
menyebutkan nama orang yang berkurban? ............................................................. 20
20. Apakah orang yang berkurban boleh memakan daging hewan Qurbannya ? ............. 20
21. Apakah orang yang belum akikah boleh berkurban? ................................................ 21
22. Apakah boleh membagikan daging Qurban ke negeri lain? ...................................... 21
23. Apakah hukum menyembelih Qurban untuk orang lain yang masih hidup? .............. 22
24. Bagaimana pula hukumnya menyembelih hewan Qurban untuk orang yang telah
meninggal dunia? .................................................................................................... 22
25. Bagaimanakah prosentase pembagian daging hewan Qurban? ................................. 23
26. Bagaimanakah Qurban pada zaman dahulu? Apakah mereka mengenal istilah panitia
Qurban? Dan bagaimanakah hak panitia Qurban? ................................................... 24
27. Apakah panitia Qurban boleh mengambil sebagian daging Qurban sebelum
dibagikan? Misalnya, setelah hewan Qurban disembelih, panitia Qurban mengambil
sebagian dari daging Qurban, kemudian mereka memasak dan memakannya bersamasama.
Sementara daging Qurban tersebut belum dibagi-bagikan kepada orang-orang
yang berhak menerimanya. Apakah hukum masalah tersebut? ................................. 25
28. Apakah panitia Qurban boleh menjual kulit, tanduk dan bagian lain dari hewan
Qurban, kemudian hasil penjualannya untuk masjid? ............................................... 25
29. Apakah boleh memberikan kulit, tanduk atau daging kepada orang yang
menyembelih hewan Qurban? Sebagai upah penyembelihan. ................................... 26
30. Manakah yang afdhal, berkurban atau bersedekah senilai Qurban? .......................... 26
31. Apakah ibadah Qurban dilaksanakan sekali seumur hidup? Atau setiap tahun? ........ 27
32. Apakah non-muslim boleh mendapat jatah pembagian daging hewan Qurban? ........ 28
33. Apakah hikmah yang dapat dipetik dari pelaksanaan ibadah Qurban? ...................... 29

-------------- 
***

1. Apakah makna Qurban dan kapan disyariatkan?
Dalam bahasa Arab, Qurban dikenal dengan nama al-Udh-hiyyah, maknanya menurut bahasa
adalah hewan yang dikurbankan, atau hewan yang disembelih pada hari Idhul Adha.
Sedangkan menurut Ahli Fiqh, al-Udh-hiyyah didefenisikan sebagai berikut:
وَُهُِيَُ مُاَُ يُُُذُْبَُحُُ مُُِنَُ اُلنَّعَُُمُِ تَُقَُُ رباُ إُُِلَُ اُللُِ تَُعَُُالَُ مُُِنُْ يُوَُُْمُِ اُلُْعُِيُْدُِ إُُِلَُ آُخُِرُِ أَُُيَُّمُِ اُلتَُّشُْرُِيُْقُِ
Hewan yang disembelih untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sejak hari Idul Adha hingga ke
hari-hari Tasyrîq (11, 12 dan 13 Dzulhijjah)1.

***

2. Kapan Ibadah Qurban dan disyariatkan?
Dalam ajaran Islam, ibadah Qurban disyari’atkan pada tahun kedua Hijriah. Dilihat dari
aspek sejarah, ibadah Qurban telah ada sejak zaman Nabi Adam AS, sebagaimana yang
tercantum dalam al-Qur’an:
وَاتْلُ عَُلَيْهِمْ نُبََأَ اُبْنََْ آَُدَمَ بُِلَْْ ق إُِذْ قَُرَّبَ قُُرْبَُانًا ََُتُقُب لَ مُِنْ أَُ دََِ اَِِ وَُ يََُْتَُقَبَّلْ مُِنَ اُ خََْْرِ قَُالَ قَََُْتُلَنَّ قَََُالَ إُِ اَََُّّ
يتََقَبَّلُ اُلَّلَُّ مُِنَ اُلْمُتَّقِيَُ
“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang
sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorang dari
mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil): "Aku pasti
membunuhmu!". berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang
yang bertakwa”. (Qs. al-Mâ’idah [5]: 27).
Kemudian ibadah Qurban juga dilaksanakan oleh Khalîlullâh Ibrahim AS, sebagaimana
firman Allah SWT:
ََلَمَّا بُلََغَ مَُعَهُ اُلسَّعْيَ قَُالَ يَُ بُنَََُّ إُِ نّ أَُرَى فُِِ اُلْمَنَامِ أَُ نّ أَُذْبََُ اََََُنْظُرْ مَُاذَا تَُرَى قَُالَُ يَُ أَُبَتِ اُ َْعَلْ مَُا تُؤُْمَرُُ
سَتَجِدُنِّ إُِنْ شَُاءَ اُلَّلَُّ مُِنَ اُلصَّابِرِينَُ
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim
berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka
fikirkanlah apa pendapatmu!". Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan
kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala
keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah
kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim. Sesungguhnya kamu telah
membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang
yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak
itu dengan seekor sembelihan yang besar”. (Qs. ash-Shâffât [37]: 102-107).
1 Mughni al-Muhtâj, al-Khathîb asy-Syarbaini, 4/282.

***



klik link DOWNLOAD DISINI

Share:

77 Masalah Seputar Sholat

77 Masalah Seputar Sholat

oleh Ustadz Abdul Somad, Lc, MA

Sekapur Sirih.

اتضمد لله والصلاة والسلا على رسوؿ الله -صلى الله عليو وسلم- وعلى آلو وصحبو ومن تبعو ومن والاه

Seorang laki-laki tua datang kepada saya, rambutnya sudah memutih karena usia, setelah bersalaman ia pun berucap, “Pak Ustadz, ketika bangkit dari ruku’, saya selalu mengucapkan ‘Sami’allahu li man hamidah’. Kata penceramah di kampung saya, ma’mum yang melakukan perbuatan seperti itu, maka shalatnya batal. Bagaimanakah shalat saya selama ini?”.

Dalam sebuah pengajian, terlihat seorang jamaah yang melaksanakan shalat, ketika Takbiratul-
Ihram ia angkat kedua tangannya setinggi-tingginya, setiap kali tegak bangun dari sujud ia kembali
mengangkat kedua tangannya. Seorang muslim yang hidup bernafas karena nikmat dan karunia Allah, detak jantungnya karena qudrat dan iradat Allah, tapi tidak pernah mau menempelkan dahinya untuk bersimpuh sujud ke hadirat Allah.

Tiga kasus di atas memberikan gambaran kepada kita tentang potret ummat saat ini. Saya
berharap, meskipun jauh dari kesempurnaan, mudah-mudahan buku kecil ini dapat memberikan
jawaban untuk ketiganya. Saya kemas dalam bentuk tanya-jawab untuk memudahkan pembaca. Biasanya, ketika membaca pertanyaan, akal bekerja ingin mencari jawaban, saat itulah jawaban datang, mudahmudahan lebih merasuk ke dalam hati dan akal.

Saya sebutkan beberapa pendapat mazhab, bukan untuk mengacaukan amalan ummat selama
ini, akan tetapi untuk mengetahui bahwa pendapat itu banyak dan masing-masing memiliki dalil, sikap menghormati akan menguatkan ukhuwwah umat ini.

Buku kecil dan sederhana ini jauh dari kesempurnaan, masih perlu kritik yang membangun dari
pembaca. Semoga menjadi bahan kritikan bagi para ulama, dapat menjadi insipari bagi para pemula, menjadi bekal amal ketika menghadap Yang Maha Kuasa.

Pekanbaru, 18 Mei 2013
H. Abdul Somad, Lc., MA.

Klik link DOWNLOAD DISINI
Share: